Membaca Dan Berhitung Sebagai Dasar logika Berpikir



Salam Dapodik News. Hasil evaluasi terhadap kemampuan membaca, dan matematika dari siswa Indonesia, menurut The Program for International Student Assessment (PISA), menunjukkan kinerja siswa Indonesia masih ketinggalan sekitar tiga tahun dari tingkat rata-rata negara OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development).

Sebanyak lebih dari 50 persen anak Indonesia berusia di atas 15 tahun tidak menguasai ketrampilan membaca, dan matematika yang mendasar.

Sebagai informasi, PISA merupakan evaluasi tingkat internasional, dilakukan oleh OECD setiap tiga tahun, terhadap siswa berusia 15 tahun untuk kemampuan mata pelajaran Matematika, Membaca, dan IPA.

Mendikbud Anies mengungkapkan kemampuan membaca dan menulis harus menjadi fokus perhatian. Menurutnya, kemampuan membaca adalah berkaitan dengan logika berfikir.

“Membaca itu logika, karena (saat membaca) struktur kalimat itu membentuk logika berfikir,”. Sehingga, kata Mendikbud Anies, kemampuan bahasa, dan matematika menjadi (kebutuhan) sangat mendasar sekali.

Dia menegaskan kemampuan membaca, dan menulis harus menjadi fokus perhatian. “Sejauh ini kita masih melihat isu pendidikan yang menarik adalah seputar ujian nasional dan kurikulum, padahal ada hal lain lebih penting seperti kemampuan membaca, dan menulis,” ujarnya.

Peningkatan kemampuan membaca dan menulis pada anak diupayakan ketika anak dalam masa-masa keemasannya yaitu umur 0- 8 tahun.

Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis jangan diartikan bahwa anak-anak pada jenjang pendidikan usia dini harus di jejali dengan kegiatan ini, melainkan lebih menitik beratkan pada pengenalan dengan cara menyanyi dan bermain yang diarahkan untuk mengenal penulisan dan membaca.

Demikian informasi ini kami sajikan, semoga bermanfaat..!
Tag: #Berita

Informasi Terbaru

Back To Top