Ujian Nasional Tahun 2015 Siap Digelar

Salam Dapodik News. Ujian asional tahun 2015 tinggal beberapa hari lagi akan dilaksanakan, segala persiapan sudah semakin banyak dilakukan, baik oleh pemerintah sebagai penanggung jawab dan penyelenggara, sekolah sebagai pelaksana ujian, juga para siswa yang akan mengikut ujian yang wajib untuk diikuti.

Adapun untuk persiapan percetakan, Kementerian pendidikan menjadikan pengalaman tahun yang lalu tidak mau terulang kembali akibat ketidak siapan percetakan dalam mencetak dan mendistribusikan ke daerah sehingga terjadi kegaduhan nasional akibat kendala pencetakan naskah ujian.

Diantara persiapan dalam percetakan dan kerahasiaan naskah ujian ini sebagaimana kami kutip dari kantor berita Antara : “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan yakin percetakan akan menjaga rahasia soal Ujian Nasional (UN) yang dicetaknya.

"Kami sudah mempunyai kesepakatan dengan percetakan mengenai kerahasiaan soal ini," ujar Anies usai meninjau percetakan PT Pertja di Jakarta, Rabu.

Soal-soal UN tersebut disegel dan akan disalurkan ke sejumlah daerah dengan pengawalan aparat keamanan. Sehingga Anies yakin, tak akan ada soal UN yang bocor. Oleh karena itu, Mendikbud meminta para siswa yang akan ikut UN tidak percaya dengan bocoran yang beredar.

Proses pencetakan naskah soal UN, sambung Mendikbud, dilakukan secara transparan. Masyarakat bisa melihat perkembangannya di situs Kemdikbud.

Jumlah naskah UN yang dicetak pada tahun ini sebanyak 35 juta eksemplar, yang akan didistribusikan kepada 50.515 SMP dan 18.552 SMA/SMK.

Sementara jumlah peserta UN sebanyak 7,3 juta siswa terdiri dari 3,7 juta siswa SMP, 1,6 juta siswa SMA, sebanyak 1,1 siswa SMK, dan 632.214 siswa pendidikan kesetaraan.

UN untuk tingkat SMA/SMK diselenggarakan pada 13 April-15 April 2015. Sementara untuk tingkat SMP pada 4 Mei - 7 Mei 2015.

Tak hanya berbasis kertas, pada tahun ini juga dilangsungkan UN berbasis komputer yang berlangsung pada 7 April - 20 April 2015.

Berbeda dengan penyelenggaraan UN sebelumnya, UN pada tahun ini tidak lagi menjadi syarat kelulusan, karena kelulusan peserta didik ditentukan oleh satuan pendidikan.

Namun hasil UN digunakan untuk pemetaan mutu dan program satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang berikutnya, serta pembinaan dan pemberian bantukan kepada satuan pendidikan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Informasi Terbaru

Back To Top